Rupiah Takluk, Mata Uang Ringgit Perkasa di Tengah Tekanan Global

Ilustrasi mata uang ringgit malaysia - FNAIlustrasi mata uang ringgit malaysia - FNA

Jakarta — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk mata uang Ringgit Malaysia yang justru menguat di tengah tekanan global.

Melansir Kontan, pada perdagangan Selasa (12/11/2025), rupiah ditutup di level Rp16.713 per dolar AS, turun 0,14 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Namun yang lebih menarik, rupiah juga terpantau melemah terhadap ringgit dan sejumlah mata uang Asia lainnya.

Menurut data Refinitiv yang dikutip dari RRI, kurs rupiah terhadap ringgit melemah sekitar 0,25 persen ke posisi Rp3.550 per MYR.

Sementara itu, ringgit justru mencatat penguatan tipis terhadap dolar AS setelah bank sentral Malaysia (BNM) menegaskan kebijakan moneter ketat untuk menjaga stabilitas harga.

Kondisi ini membuat rupiah semakin tertinggal di kawasan.

Analis yang dikutip Ambisius News menyebut perbedaan arah kebijakan moneter menjadi faktor utama.

Pasar menilai Bank Indonesia (BI) cenderung memberi sinyal akan memangkas suku bunga lebih cepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Sementara BNM masih mempertahankan suku bunga tinggi untuk menahan inflasi. “Pasar menilai langkah BI lebih dovish, sehingga tekanan terhadap rupiah makin besar,” tulis laporan tersebut.

Selain faktor suku bunga, tekanan eksternal juga menambah beban rupiah.

Penguatan dolar AS akibat data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal global membuat investor beralih ke aset aman.

Aliran modal keluar dari pasar negara berkembang pun kembali meningkat.

Meski begitu, beberapa analis memperkirakan pelemahan rupiah terhadap mata uang Ringgit hanya bersifat sementara.

Jika BI mampu menahan ekspektasi pasar dan menjaga cadangan devisa tetap solid, ruang pemulihan masih terbuka.

Tags: ,

Rekomendasi