Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengambil langkah strategis dalam memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah internasional.
Melalui Danantara Investment Management (DIM), lembaga ini memaparkan tiga proyek prioritas nasional dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss.
Dalam forum tersebut, Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan bagian dari misi besar untuk memperkenalkan aset investasi strategis Indonesia kepada komunitas investor global.
Saat ini, DIM dilaporkan tengah mengelola sekitar 30 hingga 40 proyek yang tersebar di berbagai sektor krusial, mulai dari tahap perencanaan hingga pengembangan lanjut.
Tiga Proyek Strategi Nasional Danantara
1. Akselerasi Teknologi Waste-to-Energy
Sektor lingkungan dan energi menjadi pilar pertama yang ditawarkan kepada mitra internasional.
Danantara memberikan perhatian khusus pada proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
Rencana ambisius ini ditargetkan mampu menjangkau lebih dari 30 kota di seluruh tanah air dalam kurun waktu dua tahun mendatang.
Stefanus menggarisbawahi bahwa inisiatif ini muncul sebagai respons atas kondisi darurat pengelolaan sampah di Indonesia.
Meski berfokus pada penyelesaian masalah lingkungan, proyek ini tetap dirancang agar memiliki nilai komersial yang tinggi.
“Kami sedang mencoba mengeksekusi implementasi rencana Pengolahan Sampah Menjadi Energi di lebih dari 30 kota selama dua tahun ke depan,” kata Stefanus.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan operator mancanegara yang memiliki keahlian teknologi sangat diharapkan guna menjamin keberlanjutan bisnis jangka panjang dan pemberian imbal hasil yang kompetitif.
“Melalui investasi kami ingin mendatangkan operator global dan juga memberikan imbal hasil yang layak, sehingga ini dapat menjadi bisnis yang berkelanjutan,” tegas Stefanus.
2. Industri Obat Turunan Plasma Darah
Pilar kedua dalam presentasi Danantara berkaitan erat dengan penguatan sektor kesehatan publik.
DIM kini sedang menjajaki investasi besar dalam pembangunan industri produk obat-obatan yang berasal dari turunan plasma darah (plasma-derived medicinal products).
Inisiatif ini bertujuan untuk memutus rantai ketergantungan Indonesia terhadap pasokan produk plasma impor.
Dengan mengolah plasma darah secara mandiri di dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu memiliki ketahanan farmasi yang lebih kuat sekaligus menekan biaya operasional kesehatan di masa depan.
“Kami sedang melihat untuk berinvestasi dalam produk obat-obatan turunan plasma, yaitu mengambil pembuatan produk turunan plasma dari darah kita,” jelasnya.
3. Ekspansi Properti Strategis: Kampung Haji di Mekkah
Proyek ketiga yang menjadi sorotan adalah pengembangan “Kampung Haji Indonesia” yang berlokasi di Mekkah, Arab Saudi.
Stefanus mengonfirmasi bahwa Danantara telah memulai langkah nyata dengan mengakuisisi beberapa lahan strategis di kota suci tersebut.
Mengingat Indonesia merupakan negara pengirim jamaah haji dan umrah terbesar di dunia, proyek ini memiliki nilai strategis yang masif.
Selain sebagai instrumen investasi properti di luar negeri, pembangunan kawasan ini bertujuan untuk menjamin standar pelayanan yang lebih baik bagi jamaah Indonesia.
“Kami memiliki kesempatan untuk mengembangkan Kampung Haji agar dapat memberikan pengalaman yang lebih berkualitas bagi masyarakat kami,” tutur Stefanus.
Stefanus menekankan bahwa seluruh proyek yang dipromosikan di Davos 2026 merupakan representasi dari filosofi “mandat ganda” Danantara.
Lembaga ini berkomitmen untuk tidak hanya mengejar profitabilitas atau imbal hasil finansial yang tinggi.
Akan tetapi, memastikan bahwa setiap modal yang ditanamkan memberikan dampak positif nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Danantara di WEF 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap bersinergi dengan pemain global untuk mewujudkan proyek-proyek yang berkelanjutan secara ekonomi dan bermanfaat secara sosial.
Tags: Danantara, proyek strategis nasional
Rekomendasi
-
19 Nov 2025
Bukan Cuma Dolar, Ini 5 Daftar Mata Uang Tertua di Dunia yang Masih Eksis
-
26 Des 2025
BUMN Karya Percepat Pembangunan Hunian Sementara bagi Korban Bencana Aceh Tamiang
-
27 Okt 2025
10 Rekomendasi Sekuritas Saham Terbaik untuk Investasi. Pilih Mana?
-
09 Des 2025
Danantara Dukung Program Kemenpora Hilirisasi Industri Olahraga
-
05 Des 2025
Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Siapkan 1.189 Personel Tambahan, Fokus Amankan Jalur Kereta dari Banjir dan Longsor
-
16 Nov 2025
Kredit Usaha Rakyat Adalah Solusi Terbaik untuk Bisnis Kecil Kamu. Cek Jenis dan Cara Pengajuannya!

Sumber: Kontan
