Fenomena tax haven masih menjadi magnet bagi investor dan ekspatriat global. Berbagai negara dengan pajak terendah dengan beban pajak sangat ringan ini menjanjikan efisiensi finansial dan mendorong arus modal internasional.
Siapa saja mereka? Apakah Indonesia termasuk di dalamnya?
Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Negara dengan Pajak Terendah di Dunia
Ini dia negara-negara yang dikenal sebagai tax haven karena menawarkan struktur pajak yang sangat bersahabat bagi individu dan korporasi:
1. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab (UEA)tidak mengenakan pajak penghasilan pribadi kepada penduduknya.
Negara ini mulai menerapkan corporate tax sebesar 9% untuk laba perusahaan di atas AED 375.000 sejak tahun 2023, sementara penghasilan di bawah batas tersebut tidak dikenakan pajak.
Selain itu, beberapa kawasan bebas usaha memberikan kesempatan tarif 0% untuk perusahaan yang memenuhi ketentuan pemerintah.
2. Bahama
Bahama menjadi contoh berikutnya dengan kebijakan pajak penghasilan individu sebesar 0%. Tidak hanya itu, negara ini juga tidak mengenakan pajak pertambahan nilai secara umum sehingga semakin menarik bagi penduduk dan investor.
3. Kepulauan Cayman
Negara kepulauan ini dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di dunia yang tidak memberlakukan pajak penghasilan pribadi dan tidak menetapkan pajak keuntungan perusahaan.
Hal ini menjadikannya tempat favorit bagi perusahaan global dalam mengelola aset dan investasi.
4. Bahrain
Bahrain juga tidak mengenakan pajak penghasilan untuk individu dan mempertahankan sistem perpajakan yang ringan. Kebijakan tersebut mendukung posisinya sebagai pusat keuangan regional di kawasan Teluk.
5. Monako
Monako merupakan negara kecil di Eropa yang tidak menerapkan capital gains tax untuk penduduknya.
Pemerintahnya menargetkan penduduk kaya dan ekspatriat kelas atas untuk menopang perekonomian melalui konsumsi dan pariwisata mewah.
Pilihan Redaksi:
-
Bukan Cuma Dolar, Ini 5 Daftar Mata Uang Tertua di Dunia yang Masih Eksis
-
Perbedaan Danantara dan INA: Dua Lembaga Kunci Pembiayaan Proyek Strategis Indonesia
Negara dengan Pajak Terendah di Asia
Beralih ke Asia, beberapa negara juga mengadopsi kebijakan pajak kompetitif untuk menarik modal internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Negara-negara tersebut cenderung memiliki sumber pendapatan lain yang kuat, seperti migas, pariwisata premium, atau sektor jasa keuangan.
Di kawasan Asia, UEA adalah contoh paling menonjol karena sepenuhnya membebaskan pajak penghasilan pribadi.
Sistem pajaknya yang modern dan insentif investasi menjadikan negara ini salah satu destinasi bisnis paling prospektif di dunia.
Selain negara-negara UEA, berikut negara dengan pajak terendah di Asia:
- Brunei Darussalam menerapkan pajak penghasilan pribadi 0% dan memperoleh pendapatan negara dari sektor minyak dan gas yang dominan. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada pajak rakyat.
- Hong Kong mengadopsi sistem pajak teritorial, di mana hanya penghasilan yang berasal dari wilayah Hong Kong yang dikenakan pajak. Tarif corporate tax maksimum sebesar 16,5% juga menjadikannya salah satu pusat bisnis paling kompetitif di Asia.
- Singapura menerapkan corporate tax sebesar 17%, disertai banyak insentif bagi perusahaan baru dan industri strategis. Kebijakan ini mendukung posisinya sebagai pusat keuangan internasional yang stabil dan transparan.
- Sementara itu, Oman mengenakan pajak tidak langsung berupa PPN dengan tarif rendah sekitar 5%. Dengan sistem pajak yang ringan tersebut, Oman terus mendorong diversifikasi ekonomi di luar migas.
Bagaimana dengan Pajak di Indonesia?
Indonesia tidak termasuk dalam kategori negara dengan pajak terendah karena struktur perpajakan nasional dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga layanan publik.
Pajak merupakan sumber pendapatan utama negara, sehingga tarif PPh dan PPN masih berada pada tingkat menengah dibanding negara-negara Asia yang dikenal sebagai pusat keuangan atau negara produsen migas yang kaya.
Meski demikian, Indonesia tetap berupaya menciptakan iklim investasi yang kompetitif melalui sejumlah insentif pajak.
Beberapa contohnya meliputi fasilitas perpajakan di Kawasan Ekonomi Khusus, potongan tarif PPh Badan untuk UMKM, serta insentif pajak di sektor prioritas seperti manufaktur dan energi terbarukan.
Pendekatan ini mencerminkan strategi pembangunan yang lebih seimbang, bukan semata mengejar pajak rendah tetapi memastikan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi
-
27 Jan 2026
KLH: Proyek Sampah Jadi Listrik Berpotensi Hasilkan Daya 200 MW
-
14 Jan 2026
Sejarah dan Daftar Menteri BUMN: Dari Kementerian hingga BP BUMN
-
10 Jan 2026
Daftar Program KPR untuk PNS Wujudkan Rumah Idaman
-
29 Des 2025
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Mulai Rp433 Ribu Per Gram
-
14 Jan 2026
Vietnam Kian Menguat sebagai Hub Ekonomi Asia Tenggara, Catat Pertumbuhan GDP Terkuat ASEAN
-
08 Des 2025
UMP 2026 Belum Final, Buruh di Jakarta Minta Rp6 Juta

Negara Pajak Terendah - FNA November
