Apa itu Reksadana? Pengertian, Jenis, dan Keuntungannya yang Bisa Didapatkan!

Apa itu reksadana

Ada banyak jenis investasi yang dapat dilakukan, salah satunya reksadana. Mari mengenal apa itu reksadana, jenis, dan keuntungannya berikut.

Setiap orang pasti menginginkan dana di tabungannya bertumbuh, bukan sekadar diam saja.

Ada banyak jenis investasi yang bisa kamu pilih, dan salah satunya adalah reksadana.

Reksadana menjadi pilihan tepat buat kamu yang ingin memiliki investasi tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Sebab, kamu bisa memulai dari nominal yang sangat kecil.

Tak cuma itu saja, ada banyak keuntungan reksadana yang perlu kamu ketahui.

Untuk itu, mari simak lebih lengkap apa itu reksadana, jenis, dan keuntungan lainnya berikut ini.

Apa itu Reksadana?

Reksadana dapat kamu ibaratkan sebagai “wadah” atau “keranjang” tempat dana dari banyak investor dikumpulkan dan dikelola bersama.

Dana kolektif ini kemudian diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

Pihak yang mengelola dana ini bukanlah sembarang orang, melainkan manajer investasi (MI) profesional yang memiliki keahlian dan lisensi resmi.

Regulasi di Indonesia mendefinisikan investasi ini sebagai wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Poin penting yang perlu kamu ingat saat mempelajari reksadana adalah tentang diversifikasi aset dengan modal yang relatif kecil.

Ini karena dana yang kamu setorkan langsung tersebar ke banyak instrumen sekaligus, mengurangi risiko yang mungkin timbul jika kamu berinvestasi hanya pada satu aset saja.

Jenis-Jenis Reksadana

Meskipun investasi ini secara umum merujuk pada satu konsep, tapi terdapat beberapa variasi utama yang dibedakan berdasarkan alokasi asetnya.

Setiap jenis memiliki karakteristik risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda.

Dengan demikian, kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansial.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang menempatkan seluruh (100%) dananya pada instrumen pasar uang.

Instrumen ini mencakup deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Oleh karena alokasinya yang sangat konservatif, jenis ini memiliki risiko yang paling rendah di antara reksadana lainnya.

Investasi ini menawarkan potensi imbal hasil yang paling stabil, sehingga sangat cocok buat kamu yang memiliki tujuan investasi jangka pendek, yaitu kurang dari satu tahun.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana Pendapatan Tetap fokus menginvestasikan minimal 80% dari total dananya ke dalam obligasi atau surat utang.

Fokus pada surat utang membuat risiko jenis ini menjadi menengah, sedikit lebih tinggi daripada reksadana pasar uang.

Investasi ini memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Hal ini ideal bagi kamu yang mencari investasi dengan horizon waktu jangka menengah, biasanya antara satu hingga tiga tahun.

3. Reksadana Campuran

Reksadana Campuran mengambil pendekatan yang lebih fleksibel.

Manajer investasi mengalokasikan dananya secara seimbang ke dalam tiga instrumen utama: saham, obligasi, dan pasar uang, dengan batasan tertentu (maksimal 79% untuk setiap kategori aset).

Distribusi aset yang dinamis ini menjadikan tingkat risikonya menengah hingga tinggi, tergantung bagaimana komposisi portofolio.

Investasi ini menawarkan potensi pertumbuhan moderat, sehingga cocok untuk tujuan investasi jangka menengah hingga panjang, yaitu sekitar tiga sampai lima tahun.

4. Reksadana Saham

Reksadana Saham adalah jenis yang paling agresif.

Manajer investasi menginvestasikan minimal 80% dananya langsung ke saham perusahaan.

Hal ini karena saham cenderung sangat fluktuatif, jenis ini secara otomatis memiliki risiko yang paling tinggi.

Namun, risiko tinggi ini sebanding dengan potensi imbal hasil yang paling tinggi pula.

Jenis investasi saham ini cocok bagi investor yang berani mengambil risiko dan memiliki horizon investasi jangka sangat panjang, yaitu di atas lima tahun.

Keuntungan Investasi Reksadana

1. Modal Investasi Terjangkau

Salah satu keunggulan utama investasi ini adalah aksesibilitas modalnya.

Kamu tidak perlu menunggu memiliki uang puluhan juta untuk mulai berinvestasi.

Bahkan, banyak Manajer Investasi yang menawarkan produk reksadana dengan investasi awal mulai dari Rp10.000 atau Rp100.000 saja.

Hal ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua kalangan untuk merasakan manfaat investasi.

2. Dikelola Secara Profesional

Ketika berinvestasi ini, kamu secara otomatis mendelegasikan semua keputusan investasi kepada Manajer Investasi (MI) profesional.

Mereka adalah para ahli yang bertugas menganalisis pasar, memilih instrumen terbaik, dan melakukan transaksi jual-beli.

Ini sangat menguntungkan bagi kamu yang sibuk atau tidak memiliki latar belakang ekonomi yang kuat.

Kamu cukup memercayakan dana kepada ahlinya dan mereka akan mengoptimalkannya.

3. Fleksibel

Jenis investasi ini menawarkan fleksibilitas yang tinggi dalam hal likuiditas.

Unit penyertaan reksadana yang kamu miliki dapat kamu cairkan atau jual kembali kapan saja pada hari bursa, tanpa ada penalti atau denda.

Artinya, dana tidak akan terkunci dan dapat kamu akses kembali saat membutuhkannya untuk keperluan mendesak.

Fleksibilitas ini sangat penting dalam manajemen keuangan pribadi.

4. Mudah Dipantau dan Transparan

Setiap investor akan mendapatkan laporan berkala mengenai perkembangan nilai investasinya.

Selain itu, manajer juga wajib untuk mempublikasikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Penyertaan setiap hari kerja.

NAB ini adalah cerminan dari kinerja investasi kamu. Informasi ini sangat transparan dan mudah dipantau melalui berbagai platform penyedia, memastikan kamu selalu up-to-date dengan kondisi dana.

5. Bebas Pajak

Keuntungan (imbal hasil) yang kamu peroleh dari investasi reksadana di Indonesia tidak termasuk objek pajak penghasilan (PPh).

Keuntungan ini signifikan daripada instrumen investasi lain, seperti deposito yang terkena potongan pajak.

Dana yang kamu investasikan pada portofolio efek oleh MI memang akan kena pajak, tapi pajak tersebut telah MI bayarkan sebelum menjadi imbal hasil untuk investor.

Alhasil, imbal hasil yang kamu terima adalah bebas pajak.

***

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Temukan berita penting lainnya di Financialnewsasia.com

 

Tags: ,

Rekomendasi